Transformasi Pendidikan Digital Melalui Teknologi Interaktif dan AI | Edu Talks 2026

Bandung, 22 Januari 2026 – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan teknologi interaktif dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Menjawab tantangan tersebut, EduTalks 2026 sukses diselenggarakan di Asrilia Hotel Bandung sebagai forum edukatif dan kolaboratif yang mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan, pengelola sekolah, praktisi teknologi, serta penyedia solusi IT untuk membahas masa depan pendidikan di era digital.

Acara ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai penerapan teknologi layar pintar, infrastruktur IT modern, serta pemanfaatan AI dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan. EduTalks 2026 menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada metode pengajaran, tetapi juga kesiapan ekosistem teknologi yang mendukung kolaborasi, keamanan data, dan efisiensi operasional institusi pendidikan.

Sesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan opening speech oleh H. Abdul Sofyan, S.Pd, selaku Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan sekolah swasta dalam menghadapi perubahan zaman, khususnya dalam mengadopsi teknologi digital dan AI sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan penyedia teknologi agar transformasi digital dapat berjalan merata dan berkelanjutan. Agenda berikutnya diisi oleh keynote speech dari Erik Sudeni, S.Pd., M.Mpd., Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMP Kota Bandung. Ia membahas peran kepemimpinan sekolah dalam mendorong inovasi pembelajaran serta pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran pendidik. Menurutnya, sekolah perlu memiliki visi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang aman, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.

Memasuki sesi materi utama, M. Rifky, M.IKom., selaku Head of Brand & Marketing PT Indo Mega Vision, memaparkan materi bertajuk Pemanfaatan AI pada Institusi Pendidikan. Dalam sesi ini, ia menjelaskan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan saat ini bagi dunia pendidikan. Ia mengulas manfaat AI dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal, mendukung pengambilan keputusan berbasis data akademik, mengotomatisasi administrasi sekolah, serta meningkatkan kualitas dan akses pendidikan. Beliau juga menyoroti tantangan implementasi AI, mulai dari biaya awal, kesiapan infrastruktur, hingga isu keamanan dan privasi data siswa.

Sesi materi selanjutnya disampaikan oleh Sugiyanto Sutikno, Managing Director Indo Mega Vision, yang membahas transformasi sekolah menuju konsep Smart School. Ia memperkenalkan pendekatan ekosistem teknologi terintegrasi yang mencakup infrastruktur hardware, virtualisasi laboratorium komputer, hingga pemanfaatan local AI server. Dalam paparannya, Sugiyanto menekankan pentingnya efisiensi jangka panjang, stabilitas sistem, serta keamanan data sebagai fondasi utama sekolah cerdas di era AI.

Pada pukul 12.00 WIB, acara memasuki sesi product demonstration dan lunch break. Peserta dapat menyaksikan secara langsung demonstrasi solusi teknologi pendidikan sekaligus berdiskusi santai dengan sesama peserta dan narasumber. Sesi ini menjadi momen interaksi informal yang memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dan penyedia solusi IT.

Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan sesi komersial. Ninda Octora, Account Manager iForte, memaparkan pentingnya konektivitas jaringan yang andal dalam mendukung transformasi digital sekolah. Ia menjelaskan bagaimana layanan internet dedicated dan solusi jaringan berstandar tinggi dapat menjadi tulang punggung sistem pembelajaran digital, platform AI, serta manajemen data sekolah yang aman dan stabil. Sesi berikutnya diisi oleh Pandhan Gemilang, Sales Manager (Gov/Tender) AVer – Dua Permata Mulia, yang membahas peran teknologi visual dan perangkat kolaboratif dalam menciptakan pembelajaran interaktif. Ia menyoroti bagaimana solusi visual modern dapat meningkatkan keterlibatan siswa, efektivitas penyampaian materi, serta kolaborasi antara guru dan peserta didik di dalam kelas.

Menjelang sore, acara dilanjutkan dengan panel discussion yang menghadirkan diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang transformasi pendidikan digital. Sesi ini kemudian diperkuat dengan Q&A session, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar implementasi AI, kesiapan infrastruktur sekolah, hingga strategi pengelolaan perubahan di lingkungan pendidikan. Rangkaian acara ditutup dengan doorprize giveaway, sesi foto bersama, serta closing oleh MC. Setelah itu, peserta mengikuti networking session hingga pukul 16.00 WIB, menciptakan ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan pendidikan dan teknologi. Melalui EduTalks 2026, Indo Mega Vision bersama para mitra menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju ekosistem yang lebih cerdas, adaptif, dan berkelanjutan. Acara ini menjadi bukti bahwa sinergi antara teknologi, pendidik, dan pemangku kebijakan merupakan kunci utama dalam menyiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan era digital dan AI.