Sinergi Teknologi dan Pendidikan Langkah Nyata Transformasi Digital di Edutalks 2026

Bekasi, 12 Februari 2026 – Transformasi digital pendidikan kembali menjadi sorotan dalam gelaran EduTalks 2026 yang sukses diselenggarakan di Santika Hotel Mega City Bekasi. Acara ini menghadirkan para pemangku kepentingan pendidikan, pimpinan sekolah, praktisi teknologi, hingga penyedia solusi infrastruktur IT dalam satu forum kolaboratif yang membahas kesiapan sekolah menghadapi era Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi pembelajaran. EduTalks 2026 menjadi ruang diskusi strategis yang tidak hanya membahas metode pembelajaran digital, tetapi juga kesiapan infrastruktur, keamanan data, konektivitas jaringan, hingga implementasi AI dalam ekosistem sekolah. Kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus dibangun secara menyeluruh — dari jaringan, perangkat, sistem manajemen, hingga penguatan kompetensi guru.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Acara dibuka dengan sambutan dari Ir. Roos Pudio Bayu Sasongko selaku Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan sekolah swasta dalam merespons perubahan teknologi yang sangat cepat. Menurutnya, kolaborasi antara yayasan pendidikan, pemerintah, dan penyedia teknologi menjadi kunci agar transformasi digital dapat berjalan merata, efektif, dan berkelanjutan.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Sesi keynote kemudian disampaikan oleh Tommy Ferdianto, Director of Educational Innovation & Partnership Intel Indonesia dari Intel. Dalam paparannya, Tommy membahas visi global Intel dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis AI. Ia menekankan pentingnya integrasi AI dalam kurikulum, penguatan literasi digital, serta pengembangan keterampilan masa depan seperti analytical thinking, cybersecurity, dan AI & big data. Menurutnya, sekolah perlu membangun fondasi infrastruktur yang siap AI agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta inovasi.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Memasuki sesi materi utama, Fanky Christian, Founder AI Vision Community Indonesia sekaligus Sekjen APTIKNAS dan Director Daya Cipta Mandiri Solusi, memaparkan peran infrastruktur IT dalam mendukung transformasi digital pendidikan. Ia menjelaskan bahwa banyak sekolah gagal bertransformasi bukan karena kurang teknologi, tetapi karena tidak memiliki roadmap dan tata kelola yang jelas. Fanky menekankan lima pilar utama sekolah digital, yaitu infrastruktur stabil, guru sebagai motor perubahan, metode pembelajaran yang berubah, keamanan siber, serta tata kelola berkelanjutan.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Sesi berikutnya disampaikan oleh Sugiyanto Sutikno, Managing Director Indo Mega Vision. Ia membahas konsep Smart School berbasis ekosistem terintegrasi, mulai dari virtualisasi laboratorium komputer, pemanfaatan local AI server, hingga efisiensi jangka panjang melalui arsitektur multi-seat. Sugiyanto menegaskan bahwa investasi teknologi pendidikan harus dihitung dari perspektif Total Cost of Ownership (TCO) dan keamanan data, bukan sekadar harga perangkat awal.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Pada pukul 12.00 WIB, acara memasuki sesi product demonstration dan lunch break. Peserta berkesempatan menyaksikan langsung demonstrasi solusi teknologi pendidikan sekaligus berdiskusi dengan para narasumber dan mitra teknologi. Momen ini menjadi ruang interaksi yang memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan penyedia solusi IT.

Memasuki sesi siang, rangkaian commercial session menghadirkan beberapa pembicara dari industri teknologi. Eko Bayu Seto, Technical Manager Indonesia Region dari AVer Information Inc., memaparkan pentingnya teknologi visual dan perangkat kolaboratif dalam menciptakan pembelajaran interaktif dan hybrid. Ia menjelaskan bagaimana solusi PTZ camera, streaming audio system, dan perangkat presentasi modern dapat meningkatkan engagement siswa serta mendukung kelas hybrid yang stabil dan aman. Sesi berikutnya diisi oleh Rossytha Deffy, General Manager Sales dari iForte, yang membahas pentingnya konektivitas dedicated dalam mendukung transformasi digital sekolah. Ia menekankan bahwa jaringan internet yang stabil merupakan tulang punggung implementasi LMS, AI platform, ujian berbasis komputer, serta pengelolaan data akademik yang aman. Commercial session juga menghadirkan Jeffry Rianto, Country Head Tek Lab Indonesia, yang membahas integrasi solusi teknologi laboratorium dan perangkat pendidikan modern guna mendukung pembelajaran berbasis praktik dan inovasi.

Sinergi Teknologi dan Pendidikan

Menjelang sore, acara dilanjutkan dengan panel discussion yang menghadirkan diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang implementasi AI di sekolah. Para peserta aktif berdialog dalam sesi Q&A, membahas isu kesiapan guru, keamanan data siswa, efisiensi anggaran, hingga strategi implementasi bertahap yang realistis. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doorprize giveaway, sesi foto bersama, serta closing oleh MC. Acara kemudian dilanjutkan dengan networking session hingga pukul 16.00 WIB, memberikan ruang kolaborasi lanjutan antar kepala sekolah, yayasan, dan penyedia solusi teknologi.

Melalui EduTalks 2026 Bekasi, Indo Mega Vision bersama para mitra strategis menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju ekosistem yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan. Sinergi antara teknologi, kepemimpinan sekolah, serta tata kelola yang terstruktur diyakini menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap era digital dan kecerdasan buatan.