Tangerang, 12 Agustus 2026 – EduTalks 2026 hadir di Le Semar Hotel Karawaci, Tangerang, sebagai forum yang mempertemukan insan pendidikan, pelaku industri, dan penyedia solusi teknologi untuk membahas perkembangan serta transformasi pendidikan di Indonesia. Mengusung semangat inovasi dan kolaborasi, acara ini membahas berbagai topik, mulai dari Artificial Intelligence (AI), digitalisasi sekolah, infrastruktur teknologi, cybersecurity, hingga kompetensi talenta masa depan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, welcome refreshments, dan product showcase, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal berbagai solusi teknologi pendidikan. Acara kemudian dibuka oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan lagu “Indonesia Raya” dan Opening Speech oleh H. Hendri Kusuma Wahyudi, Lc., Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Tangerang. Sambutan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan teknologi dalam menghadapi percepatan transformasi digital.
Memasuki sesi materi utama, Tommy Ferdianto, Director of Educational Innovation & Partnership Intel Indonesia, membawakan materi mengenai AI & The Future of Talent: Navigating the Future, Bridging Talent Competencies with AI & Emerging Skills. Pembahasan menyoroti perubahan dunia kerja akibat perkembangan artificial intelligence, automation, intelligent systems, serta meningkatnya kebutuhan terhadap emerging skills. AI kini tidak lagi sekadar menjadi tren teknologi, tetapi semakin menjadi bagian dari cara organisasi bekerja, mengambil keputusan, memberikan layanan, dan meningkatkan produktivitas.
Dalam konteks pendidikan, kesiapan talenta menjadi salah satu perhatian utama. Sejumlah kompetensi yang semakin relevan antara lain AI and big data, networks and cybersecurity, creative thinking, curiosity and lifelong learning, analytical thinking, serta resilience, flexibility and agility. Pembahasan juga memperlihatkan pentingnya program pengembangan keterampilan digital dan AI bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sania Hairunisa, Digital Development Manager Helios – Kouventa, yang membahas perubahan kebutuhan dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital di lingkungan pendidikan. Transformasi digital tidak cukup hanya membuat sekolah menjadi “digital”. Tantangan berikutnya adalah bagaimana sekolah mampu memberikan informasi dan layanan yang relevan, personal, cepat, dan mudah diakses oleh orang tua, siswa, maupun alumni. Materi Helios menyoroti pentingnya personalized experiences dalam membangun hubungan yang lebih baik antara sekolah dengan stakeholder.
Sesi materi kemudian dilanjutkan oleh M. Rifky, Managing Director Indo Mega Vision, yang membahas tantangan dan strategi infrastruktur digitalisasi serta cybersecurity pada sektor pendidikan. Pembahasan ini memperkuat pemahaman bahwa transformasi digital sekolah tidak hanya membutuhkan aplikasi dan perangkat, tetapi juga harus didukung oleh infrastruktur teknologi yang memadai serta sistem keamanan yang mampu melindungi data dan aktivitas digital sekolah.
Rangkaian acara kemudian memasuki sesi Edu Tech Demonstration & Lunch Break. Peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus beristirahat sebelum mengikuti sesi berikutnya. Sesi demonstrasi menjadi bagian menarik karena peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan, baik untuk kegiatan pembelajaran maupun kebutuhan operasional sekolah.
Setelah sesi istirahat, acara dilanjutkan dengan Commercial Session oleh Radityo Adi, Presales Engineer Wahana Piranti Teknologi. Dalam sesi ini diperkenalkan berbagai solusi teknologi pendidikan yang dapat mendukung terciptanya smart classroom dan pembelajaran modern. Salah satu materi yang diperkenalkan berkaitan dengan teknologi smart board dan solusi pembelajaran hybrid yang memungkinkan sekolah menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran digital. Konsep hybrid classroom memberikan fleksibilitas dalam proses belajar karena pembelajaran dapat berlangsung melalui kombinasi sesi tatap muka, synchronous, maupun asynchronous.
Commercial session berikutnya disampaikan oleh Timur Aryo Bimo Utomo, Founder Bianore, yang memperkenalkan solusi Bianore Teladan untuk mendukung digitalisasi administrasi sekolah. Bianore Teladan merupakan platform yang mengintegrasikan HRIS Sekolah dan Absensi Siswa dalam satu sistem. Platform tersebut mencakup pengelolaan data guru, staf, karyawan, siswa, absensi, izin, cuti, lembur, dashboard monitoring, hingga pelaporan. Salah satu keunggulan pendekatan tersebut adalah kemampuannya untuk terintegrasi dengan perangkat absensi yang sudah dimiliki sekolah. Data dari mesin absensi dapat diteruskan ke platform Bianore untuk kemudian diolah menjadi informasi yang lebih terstruktur dan mudah dipantau.
Sesi commercial kemudian dilanjutkan oleh Miftahudin, Sales Manager Education Fibernet, yang membahas solusi dan kebutuhan konektivitas dalam mendukung proses digitalisasi pendidikan. Infrastruktur jaringan menjadi bagian penting karena berbagai aktivitas pembelajaran dan administrasi sekolah kini semakin bergantung pada konektivitas digital.
Setelah seluruh commercial session selesai, acara dilanjutkan dengan Panel Discussion bersama para narasumber yang membahas tantangan dan peluang penerapan teknologi di sektor pendidikan, mulai dari AI, digitalisasi sekolah, infrastruktur, cybersecurity, komunikasi dengan orang tua, hingga kesiapan SDM. Diskusi menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan pendekatan menyeluruh, bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan QnA Session untuk memberikan kesempatan kepada peserta berinteraksi langsung dengan narasumber. Menjelang penutupan, acara dimeriahkan Doorprize Giveaway, Photo Session, dan Closing by MC. Setelah itu, peserta mengikuti Networking Session untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan membuka peluang kolaborasi.
Melalui EduTalks 2026 di Tangerang, peserta mendapatkan gambaran mengenai berbagai aspek transformasi digital pendidikan, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence, pengembangan keterampilan masa depan, pengalaman digital siswa dan orang tua, hingga penguatan infrastruktur, cybersecurity, dan administrasi sekolah. Perkembangan AI juga semakin mendorong sekolah untuk mempersiapkan talenta dengan keterampilan seperti AI, data, cybersecurity, kreativitas, analytical thinking, dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Pada akhirnya, EduTalks 2026 menegaskan bahwa sekolah tidak hanya perlu menggunakan teknologi, tetapi juga memanfaatkannya secara strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang modern, adaptif, terintegrasi, dan siap menghadapi masa depan.