Edutalks 2026 Bogor: Mempersiapkan Dunia Pendidikan Menghadapi Era Ai Dan Transformasi Digital

Edutalks 2026 Bogor: Mempersiapkan Dunia Pendidikan Menghadapi Era Ai Dan Transformasi Digital

 

Bogor, 25 Juni 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi pembelajaran, serta kebutuhan akan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan peserta didik mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, EduTalks 2026 diselenggarakan di Royal Hotel Bogor sebagai wadah kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan penyedia solusi teknologi dalam membahas strategi menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan siap menghadapi era digital.

 

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dari sektor pendidikan dan industri teknologi yang membahas implementasi AI, transformasi pembelajaran digital, hingga pemanfaatan infrastruktur teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Acara dibuka oleh MC Dr. Dian Wulandari, S.Psi., M.Pd, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa pembuka. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Drs. H. Ade Sarip Hidayat, M.Pd, selaku Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bogor. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri teknologi dalam menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan agar sekolah mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan masa depan.

 

Sesi keynote kemudian disampaikan oleh Drs. Herry Karnadi, M.Si, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan etika digital sebagai bekal menghadapi transformasi dunia kerja.

 

 

Sesi utama dibawakan oleh Tommy Ferdianto, Director of Educational Innovation & Partnership Intel Indonesia, yang mengangkat tema "AI & The Future of Talent: Navigating the Future, Bridging Talent Competencies with AI & Emerging Skills."

 

Dalam presentasinya dijelaskan bahwa AI telah berkembang menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas pendidikan maupun dunia kerja. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga menjadi teknologi yang membantu proses belajar, pengambilan keputusan, personalisasi pembelajaran, hingga meningkatkan produktivitas organisasi.

 

Ia juga memaparkan bahwa perkembangan AI menyebabkan perubahan besar terhadap kebutuhan kompetensi di masa depan. Kemampuan seperti AI literacy, analytical thinking, computational thinking, creative problem solving, data literacy, hingga kemampuan berkolaborasi dengan teknologi menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, proses upskilling dan reskilling harus menjadi bagian dari strategi pengembangan SDM di lingkungan pendidikan. Selain membahas perkembangan AI secara global, sesi ini juga memperkenalkan berbagai inisiatif Intel dalam mendukung transformasi pendidikan melalui program Intel Skills for Innovation (SFI), Intel AI for Future Workforce, dan Intel AI for Youth yang bertujuan membantu sekolah dan institusi pendidikan mempersiapkan talenta digital masa depan. Program tersebut mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran sehingga guru maupun siswa dapat memanfaatkan teknologi secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

 

 

 

Sesi berikutnya disampaikan oleh Sugiyanto Sutikno, selaku Managing Director Indo Mega Vision. Dalam materinya dijelaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan memerlukan dukungan infrastruktur teknologi yang efisien, mudah dikelola, dan memiliki biaya operasional yang terjangkau. Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah konsep GEAR VLAB dan Rainer Ignite, yaitu platform laboratorium komputer modern yang memungkinkan satu perangkat komputer digunakan oleh hingga empat pengguna secara bersamaan. Pendekatan ini mampu menekan biaya operasional, mempermudah pengelolaan perangkat, serta tetap memberikan performa yang optimal untuk kebutuhan pembelajaran berbasis digital dan AI.

 

Selain efisiensi biaya, solusi ini juga mendukung konsep pembelajaran berbasis AI secara lokal (offline-first), sehingga institusi pendidikan tetap dapat memanfaatkan teknologi AI meskipun memiliki keterbatasan konektivitas internet. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses terhadap teknologi pembelajaran modern di berbagai daerah.

Sesi dilanjutkan dengan commercial presentation dari iForte, Rockware, dan iFlytek yang memperkenalkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan. Materi yang disampaikan mencakup penguatan infrastruktur jaringan, optimalisasi perangkat pembelajaran digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, efisien, dan inovatif.Melalui sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai solusi teknologi yang dapat diimplementasikan oleh institusi pendidikan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang modern, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

 

 

 

Acara dilanjutkan dengan Panel Discussion dan Q&A Session yang berlangsung interaktif. Para narasumber berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi AI di lingkungan pendidikan, mulai dari kesiapan guru, pengembangan kurikulum, pemerataan akses teknologi, hingga pentingnya membangun budaya pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital.

 

Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi penerapan AI di sekolah, pengembangan kompetensi guru, keamanan penggunaan teknologi, serta peluang kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif. Diskusi ini menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan karena memberikan wawasan praktis sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman langsung dari para praktisi pendidikan dan teknologi.

 

 

EduTalks 2026 ditutup dengan sesi doorprize, foto bersama, dan networking session yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas jejaring profesional serta berdiskusi lebih lanjut dengan para narasumber dan mitra teknologi. Melalui penyelenggaraan EduTalks 2026, diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang mampu mengadopsi teknologi digital dan Artificial Intelligence secara tepat guna. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi digital, siap menghadapi perubahan dunia kerja, serta mampu bersaing di era transformasi teknologi yang terus berkembang.